11 Agustus 2023 - 17:24
Penghancuran Tempat Persembunyian ISIS dalam Serangan Udara Irak

Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan penghancuran bunker persembunyian milik kelompok teroris ISIS di Pegunungan Hamreen.

Menurut Kantor Berita ABNA, Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan penghancuran bunker milik kelompok teroris ISIS di Pegunungan Hamreen.

Menurut Kantor Berita resmi Irak (WAA), Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, “Tadi malam, dalam serangan udara oleh pejuang Angkatan Udara, sebuah bunker milik ISIS dihancurkan di Pegunungan Hamreen di provinsi Salahuddin.”

Dinyatakan dalam pernyataan ini, “Serangan ini dilakukan menurut informasi rinci dari Departemen Intelijen Militer Irak.”

Kemarin, Komando Operasi Gabungan Irak juga mengumumkan penghancuran salah satu tempat persembunyian kelompok ISIS dan sebuah mobil milik mereka di pegunungan Hamreen.

Di sisi lain, Sabah Al-Nu'man, juru bicara badan antiterorisme Irak, mengatakan penilaian ancaman organisasi teroris ISIS di Irak dari sudut pandang pasukan Irak dan badan antiterorisme adalah bahwa organisasi ini tidak membahayakan keamanan nasional Irak dan tidak dianggap sebagai ancaman serius. Karena organisasi teroris ini banyak menderita kerugian dan kehilangan komando, logistik dan kekuatan ekonominya.

Menurut laporan surat kabar Mesir "Al-Watan", Al-Nu'man menjelaskan dalam percakapan telepon di acara "Hasso Al-Masaa" di saluran satelit "Al-Qaira Al-Akhbariya" bahwa apa yang sekarang ada di Irak adalah kelompok teroris rahasia di daerah terpencil dan pegunungan Irak dan jauh dari kota.

Ia menegaskan, organisasi ISIS tidak dianggap sebagai ancaman, namun dari waktu ke waktu berupaya melakukan operasi teroris untuk membuktikan keberadaannya dan bukan untuk tujuan yang lebih besar.

Juru bicara badan anti-terorisme Irak mencatat bahwa pemimpin ISIS terbunuh di Suriah beberapa hari yang lalu, dan peristiwa ini menunjukkan bahwa ISIS telah kehilangan kekuatan dan komando tempurnya, serta kehadiran komandan organisasi ini di Suriah dan di daerah-daerah di mana tentara negara itu tidak menguasainya, itu adalah bukti ketidakmampuan ISIS untuk mendirikan basis komando dan juga bukti akhir dari organisasi ini.